Di antara banyak merek smartphone di Indonesia, Realme merupakan merek paling muda. Sebab, merek ini baru memulai debutnya di Tanah Air pada tahun 2018.

Dengan demikian, eksistensi Realme di Indonesia baru sekitar 3 tahun tahun. Meski demikian, Realme mampu mendulang pertumbuhan bisnis yang cepat.

Merek ini bahkan masuk dalam daftar 10 vendor smartphone teratas di dunia hanya setahun setelah debut. Lantas bagaimana asal usul Realme sebenarnya?

Berikut ulasannya.

Sejarah Realme

Realme adalah produsen smartphone yang bermarkas di Beijing, China. Perusahaan ini didirikan pada 4 Mei 2018 oleh Sky Li (Li Bingzhong) yang merupakan mantan Vice President Oppo. 

Awalnya, Realme merupakan anak perusahaan (sub-brand) Oppo. Oppo sendiri adalah anak perusahaan dari BBK Electronics, sehingga baik Realme maupun Oppo bernaung di grup tersebut, bersama Vivo serta OnePlus. Namun sejak Sky Li mengundurkan diri dari Oppo, dia menjadikan Realme sebagai merek independen dengan slogan "Dare to Leap". 

Meski memulai debut pada pertengahan tahun 2018, smartphone pertama Realme sebenarnya sudah diluncurkan di China pada tahun 2010 dengan nama Oppo Real. Baru pada Mei 2018, bersamaan dengan debut Realme sebagai merek independen, ponsel pertama dengan merek Realme diluncurkan dengan nama Realme 1. 

Realme 1 diluncurkan di India pada 16 Mei 2018 dan menjadi smartphone dengan penjualan terbaik di Amazon India. 

Berselang satu bulan, Realme resmi mengumumkan kehadirannya di pasar Eropa dengan meluncurkan smartphone pertama berkamera 64 MP. Di tahun yang sama, Realme resmi menjamah 20 negara termasuk di Eropa, Asia Selatan, Asia Tenggara dan China.

Bahkan pada kuartal II-2019, Realme mengirimkan 4,7 juta unit smartphone di seluruh dunia. Dengan pencapaian tersebut, Realme masuk dalam daftar 10 merek smartphone teratas di dunia.

Dirangkum dari situs Counterpoint, Kamis (17/3/2022), Realme mencapai kinerja tertingginya dalam sejarah, dengan mengirimkan 16,2 juta unit smartphone pada kuartal III-2021. 

Namun jumlah ini masih jauh dibanding pemain lama lainnya seperti Xiaomi, Oppo mupun Vivo yang mampu mengirimkan lebih dari 30 juta unit pada tiap kuartalnya.

Realme di Indonesia

Di Indonesia, Realme memulai debutnya pada 9 Oktober 2018 dengan meluncurkan realme 2, realme 2 Pro dan realme C1. Sejak saat itu, Realme gencar menghadirkan smartphone baru, mulai dari Realme 3 series, smartphone berkamera pop-up Realme X, Realme XT hingga Realme X2 Pro. 

Meski memulai debutnya dengan smartphone murah atau entry-level, Realme terus memperluas lini produknya dengan menghadirkan smartphone kelas menengah maupun flagship. Misalnya Realme GT series yang menggantikan lini Realme X sebagai ponsel flagship perusahaan. Ada pula Narzo series yang difokuskan sebagai ponsel yang mampu menunjang aktivitas bemain game. 

Soal strategi perusahaan, Realme menerapkan strategi 1+4+N pada tahun 2020. Strategi ini mencakup tiga landasan, yaitu 1 Core, 4 Smart Hub dan Produk N AIoT. 

Pada intinya, perusahaan tidak hanya meluncurkan smartphone, namun juga produk lainnya untuk melengkapi ekosistem Realme, seperti earphone TWS, smartwatch dan lainnya. 

Oleh karena itu, Realme meluncurkan Realme Buds sebagai earphone TWS perusahaan hingga smart TV pada tahun 2020 di Indonesia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs web Realme Indonesia.  

Strategi tersebut kemudian diubah pada tahun 2021 menjadi 1+5+T, yang merujuk pada 1 = smartphone, 5 = earphone True Wireless Stereo (TWS), wearable device, Smart TV, tablet dan laptop, sedangkan T = Techlife (produk AIoT Realme). Strategi tersebut diwujudkan perusahaan dengan meluncurkan laptop Realme Book pada akhir tahun 2021 di Indonesia. 

Posisi Realme sendiri pada kuartal III-2021, berdasarkan riset IDC berada pada posisi kelima dari daftar lima merek smartphone terbesar di Indonesia. Pangsa pasarnya mencapai 10 persen, lebih rendah dari Samsung, Xiaomi dan lainnya. 

Kendati demikian, Realme agaknya tetap berambisi untuk tetap eksis sebagai lima besar vendor smartphone di Indonesia dengan menelurkan banyak ponsel dari berbagai segmen, mulai entry-level hingga flagship dengan harga terjangkau.

Facebook Conversations